Memahami alur kerja nurse call system membantu rumah sakit dan klinik menentukan konfigurasi yang tepat untuk fasilitas mereka. Kalau Anda belum familier dengan komponennya, baca dulu apa itu nurse call system. Berikut tahapan lengkapnya dari saat pasien memanggil hingga perawat merespons.
Tahap 1: Pasien Menekan Tombol Panggilan
Panggilan bisa dimulai dari beberapa titik: tombol di bedside station seri Y501 (samping tempat tidur), tombol nirkabel portable KT10/KT20 yang dikalungkan atau dipegang pasien, atau tombol tarik-tali KT31 yang dipasang di kamar mandi. Setiap jenis tombol bisa dikonfigurasi dengan tingkat prioritas berbeda, misalnya panggilan dari kamar mandi otomatis diperlakukan sebagai darurat.
Tahap 2: Sinyal Diteruskan ke Corridor Light
Begitu tombol ditekan, corridor light CL-01 di atas pintu kamar langsung menyala dengan warna sesuai jenis panggilan: merah untuk nurse call, merah kedip cepat untuk darurat kamar mandi, kuning untuk assist call, dan biru untuk code blue. Ini membantu perawat yang sedang berada di koridor langsung tahu kamar mana yang butuh perhatian tanpa harus mengecek layar.
Tahap 3: Notifikasi Muncul di Nurse Console dan Corridor Display
Bersamaan dengan lampu koridor, nurse station console A320i di pos perawat menampilkan nomor kamar dan bed pasien yang memanggil, lengkap dengan kode warna prioritas. Untuk fasilitas dengan banyak kamar, corridor display CMD-01 (layar LED dua sisi) juga bisa dipasang menampilkan hingga 30 pesan panggilan terprioritaskan sekaligus, sehingga semua staf yang lewat bisa melihat status tanpa harus di depan nurse console.
Tahap 4: Perawat Tetap Menerima Notifikasi meski Pos Kosong
Kalau nurse station sedang ditinggal, panggilan tidak hilang. Sistem meneruskan notifikasi ke telepon Wi-Fi genggam perawat (seri W610W/W620W), jadi perawat tetap tahu ada panggilan meski sedang berkeliling. SIP speaker A201/A212 yang terpasang di area juga bisa membunyikan pengingat.
Tahap 5: Perawat Merespons via Komunikasi Dua Arah
Dari nurse console, perawat bisa langsung berbicara dua arah dengan pasien melalui bedside station tanpa harus datang fisik dulu, berguna untuk menilai tingkat urgensi sebelum menuju kamar. Untuk panggilan darurat, sistem bisa diatur menghubungi beberapa nomor secara berurutan dan meminta kode konfirmasi DTMF supaya dipastikan dijawab manusia. Bedside station dengan kamera bahkan memungkinkan komunikasi video untuk menilai kondisi pasien secara visual dari jarak jauh.
Tahap 6: Panggilan Selesai dan Terdokumentasi
Setelah direspons, sistem mencatat waktu panggilan masuk dan waktu respons. Data ini berguna untuk evaluasi kinerja dan audit kepatuhan standar pelayanan.
Seluruh alur ini berjalan di atas jaringan IP/SIP yang sama, artinya seluruh sistem bisa terintegrasi dengan infrastruktur jaringan rumah sakit yang sudah ada tanpa perlu instalasi kabel terpisah.
Ingin tahu konfigurasi sistem yang tepat untuk denah fasilitas Anda?
Tim kami siap membantu merancang alur nurse call system sesuai kebutuhan spesifik Anda.