Portalista bisa dijalankan dengan dua cara: sepenuhnya di cloud, atau dipasang on-premise di data center Anda sendiri. Keduanya memberi fitur captive portal dan manajemen yang sama. Bedanya ada pada di mana server berada dan siapa yang merawatnya.

Deployment on-cloud

Pada model cloud, setiap lokasi terhubung lewat internet ke control plane yang di-hosting, mencakup cloud wireless controller, Portalista, dan log server. Setiap lokasi cukup punya router dan access point; sisanya dikelola terpusat.

Arsitektur Portalista on-cloud dengan lokasi terhubung lewat internet ke data center berisi controller, Portalista, dan log server
On-cloud: lokasi terhubung ke data center yang menjalankan wireless controller, Portalista, dan log server.

Deployment on-premise

Pada model on-premise, controller, Portalista, dan log server berada di dalam jaringan Anda sendiri, di belakang router atau firewall. Ini cocok untuk organisasi dengan aturan ketat soal lokasi data atau yang wajib menyimpan data tamu sepenuhnya secara internal.

Arsitektur Portalista on-premise dengan access point, wireless controller, Portalista dan log server di dalam jaringan korporat
On-premise: controller, Portalista, dan log server berjalan di dalam jaringan Anda sendiri.

Mana yang sebaiknya dipilih?

Sebagai pegangan, pilih cloud jika Anda mengutamakan kecepatan, kesederhanaan, dan ekspansi banyak lokasi. Pilih on-premise jika lokasi data, ketahanan saat offline, atau kebijakan internal mengharuskannya. Apa pun pilihannya, menyimpan log akses dengan benar bukan hal opsional untuk Wi-Fi publik, seperti dibahas di panduan penyimpanan log Wi-Fi di Indonesia.

Butuh solusi hotspot Portalista?

Diskusikan kebutuhan spesifik proyek Anda dengan tim kami.

Lihat Produk Portalista