Portalista bisa dijalankan dengan dua cara: sepenuhnya di cloud, atau dipasang on-premise di data center Anda sendiri. Keduanya memberi fitur captive portal dan manajemen yang sama. Bedanya ada pada di mana server berada dan siapa yang merawatnya.
Deployment on-cloud
Pada model cloud, setiap lokasi terhubung lewat internet ke control plane yang di-hosting, mencakup cloud wireless controller, Portalista, dan log server. Setiap lokasi cukup punya router dan access point; sisanya dikelola terpusat.
- Cepat dimulai: tidak perlu beli atau memasang server, lokasi baru bisa langsung aktif.
- Perawatan minim: update, backup, dan uptime ditangani untuk Anda.
- Multi-lokasi mudah: cocok untuk jaringan yang sering menambah dan menutup cabang.
Deployment on-premise
Pada model on-premise, controller, Portalista, dan log server berada di dalam jaringan Anda sendiri, di belakang router atau firewall. Ini cocok untuk organisasi dengan aturan ketat soal lokasi data atau yang wajib menyimpan data tamu sepenuhnya secara internal.
- Kontrol data penuh: data pengguna dan log tidak pernah keluar dari lokasi Anda.
- Tetap jalan saat offline: autentikasi tetap berfungsi meski koneksi internet putus.
- Sesuai kebijakan kepatuhan: berguna saat regulasi mewajibkan hosting lokal.
Mana yang sebaiknya dipilih?
Sebagai pegangan, pilih cloud jika Anda mengutamakan kecepatan, kesederhanaan, dan ekspansi banyak lokasi. Pilih on-premise jika lokasi data, ketahanan saat offline, atau kebijakan internal mengharuskannya. Apa pun pilihannya, menyimpan log akses dengan benar bukan hal opsional untuk Wi-Fi publik, seperti dibahas di panduan penyimpanan log Wi-Fi di Indonesia.
Butuh solusi hotspot Portalista?
Diskusikan kebutuhan spesifik proyek Anda dengan tim kami.