Jika bisnis Anda menyediakan Wi-Fi untuk publik, Anda pada dasarnya bertindak sebagai penyedia akses internet bagi pengunjung. Di Indonesia, hal ini membawa tanggung jawab hukum yang sering terlewat: menyimpan catatan siapa yang memakai koneksi Anda dan kapan.
Kenapa log akses penting
Regulasi sistem elektronik di Indonesia mewajibkan penyelenggara menyimpan catatan akses (log koneksi) selama periode tertentu agar dapat diserahkan ke pihak berwenang bila terjadi insiden yang diselidiki. Tanpa itu, pemilik koneksi internet bisa menjadi pihak yang dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang dilakukan tamu di internet. Log melindungi bisnis, bukan sekadar syarat regulator.
Apa saja yang perlu dicatat
- Identitas pengguna: akun login, nomor telepon, atau identitas yang diambil di portal.
- Detail perangkat: alamat IP dan MAC address yang diberikan selama sesi.
- Waktu sesi: kapan pengguna terhubung dan terputus.
- Lokasi: lokasi atau access point tempat sesi berlangsung.
Bagaimana Portalista menanganinya
Portalista menyertakan remote traffic log server yang secara otomatis menyimpan log sesi dan akses dengan masa retensi yang panjang, jadi Anda tidak perlu membangun infrastruktur log sendiri. Karena setiap tamu login lewat portal terlebih dulu, setiap sesi terikat pada identitas dan timestamp, persis yang diminta dalam permintaan resmi.
Ubah beban jadi rutinitas
Retensi hanya efektif bila otomatis. Meminta staf mengekspor log secara manual tidak bisa diandalkan. Membiarkan platform mengambil identitas saat login dan menyimpan log secara terpusat membuat kepatuhan berjalan di latar belakang. Ini sejalan dengan pengambilan data tamu yang dibahas di mengumpulkan data tamu lewat login Wi-Fi.
Butuh solusi hotspot Portalista?
Diskusikan kebutuhan spesifik proyek Anda dengan tim kami.